Bab Pertama Kami

“..Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain..”

(QS. An Nisa: 1)

Kita selalu katakan pada mereka bahwa Istanbul lah tempat kita bertemu 2014 silam. Itu dusta. Apakah mereka akan percaya bila kita bertemu dalam doa? Itu nyatanya.

Doa eyangmu selepas pulang haji yang mengharap anak keturunannya bersanding dengan seorang Indonesia, doa orangtuamu yang mengharap disegerakannya jodohmu, doa orangtuaku disela-sela umrah tentang jodohku dan seorang Turkilah yang kemudian melintas dalam benak ibuku, doamu yang ingin segera menggenapkan separuh agamamu, dan doaku sendiri yang menyatakan penyerahanku pada-Nya setelah bertahun-tahun aku melawan.

Dalam doa mereka yang mengasihi kita dan dalam doa kita, di sanalah sesungguhnya kita bertemu – bukan Istanbul atau dimanapun dalam khayalan mereka. Bahkan jauh sebelum ruhku menapak dalam sesosok janin yang terbentuk di rahim ibuku.

Lepaskan mereka yang tidak meyakininya. Sebab tiada guna meladeni para jiwa tanpa keyakinan yang terus merangsak.

***

Tulisan di atas merupakan bab pertama dalam buku 16 Langkah Takdir yang ane tulis untuk pak bos sebagai hadiah wedding anniversary pertama kami. Cuma dicetak sepasang eksemplar yang terdiri dari 16 bab tentang perjalanan cinta kami – ciyeh – dari awal ketemu sampai setelah satu tahun pernikahan. Angka 16 juga ada maknanya: tanggal pernikahan kami.

Jadi kalau ada yang:

♥ tanya di mana ketemunya ane dan pak bos, itu jawabannya 👆

♥ bingung kasih hadiah anniversary, bisa nulis buku tentang perjalanan kalian ✌

Dan iya, ini late post 😉

Advertisements