Posting Foto Makanan di Media Sosial

Semalam kami nonton film India Kaakkaa Muttai (The Crow’s Egg). Kisah tentang kakak beradik yang hidup di daerah kumuh. Suatu hari mereka lihat

Continue reading

Advertisements

Perempuan Bernama Ibu

Proses melahirkan menjadi bagian mengharukan sekaligus epik dalam kehidupan seorang wanita. Itu bukan mitos. Memang begitu adanya: berdiri di antara hidup dan mati dalam perjuangan menghantarkan kehidupan baru mengikuti kehendak-Nya bukan sesuatu yang mudah meskipun seorang wanita telah menghadapinya berkali-kali.

Dulu menjelang

Continue reading

Cerita dari Tepi Bosphorus 

senja di tepian Bosphorus

Menikmati senja di tepian Bosphorus, lewat seorang bapak tua dengan gerobak kecilnya. Langkahnya tertatih, suaranya parau, berusaha untuk menjajakan durum (makanan khas Turki yang isinya bisa ayam, atau daging, atau çiğköfte dan dibungkus dengan tortilla). Seolah tak kasat mata, si bapak berlalu begitu saja.

Pemandangan tersebut menghadirkan pertanyaan lama yang kerap timbul tenggelam dalam benak: lebih berat menjadi fakir di negeri kaya atau menjadi fakir di negeri miskin?

Continue reading

Pamali Oh Pamali..

sumber: Jendela Misteri

Si pamali ini ternyata bukan hanya milik Indonesia saja permisahhh.. Turki juga 😌

Barusan ane duduk di depan pintu kamar, nemenin Ayşe main, terus bumer bilang, “Jangan duduk di depan pintu.” Insting ane langsung berkata: duh, pamali mau keluar nih. Ane tanya alasannya kenapa gak boleh, bumer jawab katanya nanti keluar sesuatu dari balik cahaya. Begitu kalau gak salah tafsir. Nah, kan Continue reading

Orangtua yang Selalu Capek

Ada program di TV lokal sini namanya Çocuktan Al Haberi. Entu program semacam kuiz gitu yang melibatkan 9 anak. Setau ane, yang paling kecil umurnya 3,5 tahun dan yang paling besar 6 tahun. Pembawa acaranya akan ngasih pertanyaan ke anak-anak dan 3 orang dewasa sebagai peserta disuruh nebak jawaban anak-anak itu.

maxresdefault
Ebrar, favorit ane di Çocuktan Al Haberi

Suatu hari pertanyaan adalah “lebih suka main sama teman atau sama orangtua?”. Salah satunya ada yang jawab lebih suka sama temennya soalnya temennya gak pernah capek sedangkan orangtua selalu capek.

Uh, little human.. what’s your problem with us being tired? 😥 

Sebagai mantan manusia kecil yang kini telah bertransformasi menjadi bangkotan, ane pikir dia benar. Katakanlah jadi orangtua itu gak gampang. Tapi kenapa kita selalu capek?

Lihat Ayşe tenaganya kok gak ada habisnya jelas bikin gimanaaa gitu. Ntu bayi sambil ngiler enggak berhenti loncat-loncat. Padahal badannya  jauh lebih kecil, 1 meter aja belum ada. Pemain debus juga bukan. Tapi kenapa tenaganya lebih seterong (baca: strong) daripada mamak bapaknya?

Bahagianya sederhana 🙂

Cuma loncat-loncat aja dia bisa ketawa-ketawa sendiri. Nah, kalau orangtua disuruh loncat-loncat? Ketawa enggak, muntah-muntah iya 😅

Anak-anak bahagia dengan hal-hal kecil. Atau tepatnya, hal-hal yang menurut kita kecil. Dan rasa bahagia adalah sumber energi yang penting untuk hidup.

Manusia tua seringnya ‘mengecilkan’ hal-hal kecil. Padahal, ngupil itu juga bisa bikin bahagia 😁

Jangankan anak kecil yang energi malaikatnya masih 100%, ane aja yang energi malaikatnya udah hampir punah juga males kumpul sama orang yang selalu capek.

“Adek lelah, bang..”

“Hayah.. Pergi kau ke rawa-rawa!”

Ini juga catatan buat ane. Kalau ane gak mau disebut sebagai orangtua yang selalu capek sama si Ayşe maka ane harus bisa mendapatkan rasa bahagia dari hal-hal yang sederhana – belajar dari manusia kecil.

Jangan lupa bahagia yak ✌