Kaum Gipsy Turki

Pertama kali ane tau eksistensi kaum gipsy dari novel The Traveler’s Tale. Hasil browsing ane kala itu memberikan gambaran bahwasannya kaum gipsy adalah
Continue reading

Advertisements

Nama yang Ditukar

Alhamdulillah, tulisan tentang ‘nama’ udah masuk ke episode 3 aja (episode 1episode 2) 😄 Setting lokasinya masih di Turki dengan masyarakatnya yang jauh lebih homogen dibandingkan Indonesia. Ketemunya sama itu itu aja, interaksinya sama itu itu aja, dan namanya pun juga itu itu aja. Belum pernah ane denger ada orang Turki bernama asing. Misal, James atau Clara.

Bisa dibilang Turkish kurang welcome dengan nama asing. Sebelum nikah, pak bos menyerahkan pada ane perihal nama anak. Yang penting Islami dan ke-Turki-an. Contoh mau kasih nama ‘Aisyah’ maka cari padanannya di Turki yakni ‘Ayşe’. Katanya kalau si anak menyandang nama asing, besar kemungkinan dia bakal diejekin di sekolah nantinya. Eh, pegimane dah. Namanya juga orangtua jaman now, ketika milih nama juga harus mikir apakah si anak kelak akan dibully atau tidak 😑 Beda yak sama di Indonesia. Nama anak yang keren adalah yang ke-asing-an 💁 And we’ve no problem to spell it 👏

WNA kayak ane pun gak terlepas dari dicarikan padanan nama. Dari Amel menjadi Emel. Gak jauh beda sih. Gak masalah. Wong niatnya untuk mempermudah bukan untuk menghina 😉 Daripada badmood gegara mereka salah mulu panggil nama, lebih baik dipanggil pakai nama Turki yang mendeskripsikan diri. Keren kan jadinya punya 2 nama: nama Indonesia sama nama Turki 😎

perempuan bernama Emel 👩

Tapi nanti kalau jadi pindah kewarganegaraan, pak bos minta ane untuk ganti nama pakai nama Turki. Pertama, pak bos gak mau istrinya yang udah jadi WNT nantinya tetap dipandang sebagai orang asing. Terutama ketika harus ngantri di pelayanan publik seperti poliklinik rumah sakit yang nama pasiennya terpampang nyata di layar. Kedua, karena nama ane kepanjangan. 4 nama boo.. Dan katanya kalau mau pakai nama asli syaratnya cuma 2 nama yang bisa dipakai. Nama ane akan mengalami pemenggalan. Karna ini masalah nama, beda huruf aja bisa mengacu pada orang yang berbeda. Intinya: tetep ganti.

No problem. Nama versi WNT ane juga udah disiapkan 😀 Cuma pertanyaan ane: kalau nanti ane meninggal, ntu malaikat bakal manggil ane pakai nama yang mana? 😮

Oya, ada juga Turkish lo yang hobinya tanya ke WNA muslim, “Namamu ada di Al Qur’an gak?”. Baru di sini ane denger pertanyaan begitu. Entah kenapa mereka penasaran. Dan kalau nama si WNA gak ada dalam Al Qur’an bakal ditanggapi, “Kalau gak ada nanti di akhirat jadi gak punya nama.” Bisa jadi benar karena ane belum pernah dengar tentang itu. Cuma jadi keki kan. Terus kalau namanya gak ada di Al Qur’an, apa harus ganti nama gitu? 😐 Yang tau mohon pencerahannya 🙏