Military Museum

Situs: Askerî Müze ve Kültür Sitesi Komutanlığı/Military Museum

Lokasi: Istanbul

Hari dan Jam Operasional: Setiap hari kecuali Senin, pukul 09.00 – 17.00

Harga Tiket: 8.5TL (umum), free untuk pelajar

Müzekart/Museum Pass: Tidak Berlaku

Website: http://www.askerimuze.tsk.tr/muze_yerleskesi.html

***

Udah lama ane ngempet pengen kemari. Tepatnya dari jaman Mas Didi Kempot belum menjelajah Sewu Kuto. Tapi proposal ane selalu tertyolak 😔 Entah kenapa pak bos ogah diajak ke museum tentara padahal ke museum-museum lainnya hayuk aja. Akhirnya ane memanfaatkan momen anneler günü atau hari ibu (yang jatuh di Turki pada tanggal 13 Mei) kali ini untuk nyeret pak bos ke sana soalnya pak bos gak bakalan mau diajak jalan pas bulan puasa✌

mehter di tepi jalan 😄

Lokasi museum ada di daerah Harbiye, Şişli, Istanbul. Termasuk gampang ditemukan karena ada di pinggir jalan. Untuk masuk ke sana harus lewat 2x X-ray. X-ray pertama ada di pintu gerbang dan yang kedua di dalem museum. Mungkin karena ini museum punya tentara makanya penjagaannya lebih ketat dari museum lainnya. Tas ane pun diminta sama petugas. Baby stroller juga. Jadi jalan di museum cuma gotong HP plus dompet aja.

Tiketnya sendiri untuk turis umum kena 8,5TL. Padahal ane berharap buat emak-emak di hari ibu bakal di gratisin. Hahah.. Harganya emang gak semahal masuk ke Haghia Sophia, Topkapı Palace, atau situs-situs yang deket keduanya. Cuma keknya taun lalu ane baca harga tiketnya 3,5TL. Antara bingung sama tetep pengen masuk. Khawatir bakal diprotes sama pak bos karena salah ngasih info ticketing. Nyatanya pak bos santai aja. Ane gak tau kalau pak bos udah mengantongi informasi bahwasannya pelajar gratis masuk ke sana. Jiah.. Jadilah pak bos masuk museum pakai kartu mahasiswa 😑

Tujuan utama ane ke museum tentara adalah pengen nonton mehter. Kesampaian? Enggak! Mehter perform tiap jam 3pm sedangkan kami baru sampai jam 4pm. Gara-gara pak bos kudu bobok ciang tiap weekend, ane gagal nonton mehter 😭 Udah gitu karena mepet jam tutup museum, kami buru-buru jalannya macem banci diuber satpol pp aja. Sedih kali aku ni. Akhirnya pak bos janji kalau kami bakal berkunjung ke sana lagi selepas ane pulang dari Indonesia. Tapi tetep aja ane kzl 😭😭😭

Peace at Home, Peace in the World

Di museum militer ini boleh ambil foto. Tapi karena di beberapa sudut pencahayaannya rendah dan semua barang peninggalannya ada di dalem kaca, hasil jepretan ane jadi kurang okeh. Mungkin harus sewa kamera dari mereka kali ya (bayar 34TL).

seragam milik Lettu Hüseyin yang syahid dalam pengejaran para pemberontak

Seragam di atas adalah salah satu dari beberapa seragam yang berjejer di dinding pintu masuk. Ane cuma foto yang itu karena syuka sama modelnya 😍 Seragam gendermarie – atau ‘jandarma’ dalam bahasa Turki – di masa Kesultanan Ottoman. Gendermarie/jandarma sendiri, setau ane, merupakan tentara yang bertanggung jawab terhadap keamanan sipil. Sering ane liat di sini, tahanan dibawa sama jandarma. Sepertinya di penjara selain sipir ada juga jandarma yang jaga. Agak aneh karena dari dulu sekolah diajarinnya tentara bertanggung jawab terhadap ketahanan nasional, bukan terhadap hubunganmu dengan dia eh keamanan sipil. Tapi di Turki beda dan setau ane selain Turki ada pula Prancis yang punya gendermarie.

Selanjutnya kami naik ke lantai 2. Lihat peninggalan dari perang Korea. Ceritanya dulu tentara Turki bantu Korea Selatan dalam perang yang meletus tahun 1950 tersebut. Karena bantuannya, di Korea Selatan sampai sekarang tentara Turki jadi legenda. Ane pernah liat video beberapa pejalan kaki di Korea Selatan ditanyain siapa negara saudara mereka dan mereka jawab Turki 🇹🇷

pecahan roket

Dari Perang Korea kami lanjut ke peninggalannya founding father Republik Turki: Mustafa Kemal Atatürk.

salah satu piyama Mustafa Kemal Atatürk
underwear dari sutra
pedang hadiah dari tentara Ukraina

Setelah lihat-lihat peninggalannya Atatürk, ane lupa kami jalan ke mana 😅 Kemungkinan besarnya sih ke peninggalan krisis Cyprus. Cyprus merupakan pulau milik Yunani yang berada diantara Yunani – Turki. Penduduknya sendiri sebagian adalah Turkish dan sebagian lagi adalah orang Yunani. Taun 1974 tentara Turki masuk ke Cyprus lalu tang ting dor dor dor. Hasilnya Cyprus akhirnya dibagi dua: wilayah dengan mayoritas Turkish jadi punya Turki sedangkan wilayah dengan mayoritas orang Yunani jadi milik Yunani. Cerita lebih jaunya bisa disimak di Mbah Google yaaa 😁

rapier yang ada simbol bulan bintang dan tulisan T.C. adalah milih Purnawirawan Jenderal Başbuğ; T.C. sendiri merupakan singkatan dari Türkiye Cumhuriyeti atau Republik Turki

Lepas dari krisis Cyprus, kami hendak jalan ke peninggalan Perang Çanakkale. Sayang, petugas museum keburu woro-woro kalau museum akan tutup 5 menit lagi 😑 Hiks, kami digusah 😢 Akhirnya kami buru-buru turun ke lantai 1. Bukan buat keluar tapi buat liat gambaran sejarah penaklukan Konstantinopel 😂 Fyi, untuk penaklukan Konstantinopel ada museumnya sendiri namanya Panorama 1453 (tahun lalu kami udah ke sana tapi kelupaan di posting ke blog 😩).

Waktu lihat-lihat di sini, kami ditungguin sama petugas. Biar kami cepet keluar kek nya 😁 Tapi karena ane syuka sekali sama cerita tentang penaklukan Konstantinopel dan segala sesuatu yang berbau Kesultanan Ottoman, tetep ane puterin sampai sudut dan niatin foto hampir semua yang ane lihat. Makanya di sini fotonya paling banyak sendiri 😗

ilustrasi penaklukan Konstantinopel
salah satu anggota dari pasukan terbaik di dunia yang syahid
Fatih Sultan Mehmet: komandan terbaik di dunia ❤
rantai yang digunakan oleh pasukan Bizantium untuk menutup selat di Golden Horn yang mendorong munculnya strategi perang heroik di mana pasukan Muslim menggotong kapal melalui daratan
Rumeli Hisar: benteng legendaris
zirah kuda

Sedikit cerita tentang Turkish di masa lalu, mereka terkenal sebagai pemanah handal. Dari cerita yang ane denger, dalam waktu 1 detik mereka bisa melontarkan 5 anak panah secara presisi saat berkuda (gimana udah ngalahin Jumong belum? 😂). Cara hidup mereka yang nomaden, berternak, dan berburu, membuat moyang Turkish jadi bangsa yang kuat. Bahkan Rasulullah pun bersabda untuk tidak memerangi para Turki – yang kala itu masih belum memeluk Islam – selama mereka tidak memerangi kaum Muslim (HR. Abu Daud). Setelah mereka memeluk Islam, bangsa Turki seperti yang kita ketahui jadi kontributor besar dalam penyebaran Islam. Bahkan nubuah Rasulullah tentang takluknya Konstantinopel – atas kuasa Allah – dipenuhi oleh seorang Turki. Tentang penaklukan Konstantinopel ini bisa dibaca dari salah satu buku favorit ane Muhammad Al-Fatih 1453 yang ditulis oleh ustad Felix Siauw. Buku ini juga yang mengilhami doa ane supaya diridhai Allah untuk menikah dengan orang Turki 😳

panah, anak panah, dan tempat anak panah
archer of Ottoman Empire

Dalam perang, Turkish nampaknya lebih suka memberdayakan senjata yang kecil namun efisien. Contohnya pedang yang perbandingannya bisa dilihat dari gambar di bawah 👇 Kuda yang mereja tunggangi pun lebih kecil dibandingkan kuda pasukan musuh. Tapi lebih gesit. Hmm.. jadi yang gendut lebih susah lari itu gak berlaku hanya untuk manusia, hewan juga #eh.

pedang Turki lebih pendek, slim, dan melengkung supaya mudah nebas musuh Allah
pedang tentara Romawi lebih panjang, besar, dan ane gak paham gimana mereka bisa ngayun itu pedang tanpa cepat kehabisan tenaga

Di museum ada juga pedang jaman Dinasti Mamluk dengan bagian tengah pedang cekung ke dalam. Tebak biar apa? Supaya darah musuh langsung ngalir – gak tinggal di permukaan pedang – begitu musuh disabet. Ane tertegun 🗿

pedang peninggalan Dinasti Mamluk
pelindung kepala saat perang milik Sultan Murad IV yang terukir ayat dari surat Al Fath
mereka siapa ane gak sempet baca 😂

Jadi begitulah jalan-jalan kami ke museum tentara. Inshallah kalau ke sana lagi akan di posting versi lebih komplitnya 😊

Oya kalau kemari jangan terpesona sama petugas – dan pemandu – museumnya yang semua laki-laki dengan perawakan tinggi dan baju ala ala James Bond gitu. Kemungkinan besar mereka semua adalah tentara. Karena begitu kami keluar bersamaan dengan tutupnya museum, ane liat banyak kali tentara di sekitaran museum. Mungkin karena museum ini dikelola oleh TSK atau angkatan bersenjata Turki makanya yang jaga pun tentara.

Jangan lupa kemari kalau ke Turki yak!

Advertisements

2 thoughts on “Military Museum

  1. Seru sekali Mbak, jalan-jalan ke museumnya. Selalu penasaran sama rantai yang digunakan oleh pasukan Bizantium untuk menutup selat di Golden Horn, setelah baca postingan ini baru tau ternyata rantainya seperti itu, pantesan pertahanannya kuat sekali ya…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s