Kaum Gipsy Turki

Pertama kali ane tau eksistensi kaum gipsy dari novel The Traveler’s Tale. Hasil browsing ane kala itu memberikan gambaran bahwasannya kaum gipsy adalah

kaum yang misterius dan nomaden. Itu cerita jaman SMA. Berlalu begitu saja sampai suatu hari pak bos bertanya, “Endonezya’da çingene yok mu? Görmedim. (Apakah di Indonesia gak ada ‘çingene’? Aku gak pernah liat)”. 

Çingene? Apakah itu çingene? Sejenis kebab terobosan baru kah? 

Bukan. 

Awalnya ane kira çingene itu bahasa Turki buat peminta-minta karena keterbatasan bahasa Turki ane untuk memahami penjelasan dari pak bos. Kalau peminta-minta mah banyak di Indonesia. Rasa-rasanya gak mungkin kalau sampai gak terlihat, ye kan 😐 Setelah tercerahkan, çingene ternyata merujuk pada kaum gipsy yang hidup di Turki. Meskipun sebutan çingene ini umum dikalangan Turkish tapi sebenarnya lebih ke arah ejekan. Bisa dijogetin eh diamuk sama mereka kalau terang-terangan nyebut mereka sebagai çingene. 

Solmaz Çiros: gipsy Turki yang merupakan salah satu peserta program cari jodoh (sumber: Haberhane

Gipsy Turki sendiri menyebut kaum mereka sebagai Roman. Bukan karena mereka fans bang Roma Irama ye tapi karena mereka merasa sebagai descendants of the sun roman empire. Padahal gipsy Turki gak ada mirip-miripnya sama bule inggeris yang digadang sebagai penerus Romawi. Nah lo.. Pak bos pun mengungkapkan hal yang serupa. Dan dari hobinya nonton filmnya Aamir Khan, pak bos semakin yakin kalau gipsy Turki asalnya emang dari India. Kenapa? Dari wajah mereka dan kultur joged-joged mereka 😂 Eakkk, joged dulu bang.. 💃

Joged ala ala gipsy Turki 👆 namanya Roman Havası. Sepertinya mereka belum hidup kalau belum joged. Umumnya yang perempuan joged sementara yang laki main musik. Nabuh gendang, niup seruling, main organ tunggal gitu ceritanya (lah itu Roman Havası ape dangdut pantura? 😂). Khasnya mereka ketika joged pakai semacam syal dengan kerincingan yang diiket di pinggang (entah apa namanya). 

Menyinggung tentang Roman Havası, waktu Ayşe masih umur sekitar 7 bulanan, hala-nya (hala: panggilan untuk tante dari pihak bapak) nonton Roman Havası dari Youtube. Gak taunya si Ayşe suka 😐 Setiap denger salah satu dari kami nyetel itu Roman Havası, Ayşe juga maunya ikutan nonton. Kadang kalau nangis pas gak ada emaknya, disetelin Roman Havası dia langsung diem 😫 Keseringan ditontonin Roman Havası, kami pun merasa berdosa. Kata pak bos, “Harusnya kita tuh setelin murotal Qur’an ke Ayşe bukan Roman Havası.” Setelahnya kami tobat rame-rame dan gak kasih tonton Roman Havası ke Ayşe.

Ini video Roman Havası favoritnya Ayşe 👇 Setelah ane dengerin lagi, musiknya emang bikin orang kepengen goyang 😅

Omong-omong, ane pertama kali liat gipsy di Turki. Seringnya liat mereka jualan bunga mawar di bantaran Bosphorus. Targetnya adalah para sejoli yang sedang memadu kasih sembari menikmati indahnya selat #halah. Banyak laki yang terpaksa beli karena.. malu dan/atau merasa gak enak sama perempuannya kalau gak beliin bunga. Sepertinya sih itu emang marketingnya para gipsy jualan bunga mawar supaya laku dagangannya. Jadi dulu waktu Ayşe belum hadir, kalau jalan berduaan sama pak bos dan liat gipsy jualan bunga mawar, kami pasti jalannya misah. Biar pak bos gak dipaksa-paksa buat beli bunga 😁

Lalu apakah mereka sesuai dengan gambaran yang ane dapat dulu dari hasil browsing?

Sayang sekali.

Mereka dicap sebagai kötülüğün başı di sini, maksudnya semua yang buruk-buruk ada di mereka. Dari hidup yang tanpa arah tujuan, kerjaannya joged-joged aja macem orang jahiliyah, sampai keluar masuk penjara. Daerah yang mayoritasnya adalah gipsy (gak semua gipsy di sini hidup nomaden), harga sewa atau harga jual rumah di sana pasti murah karena terhitung sebagai daerah dengan lingkungan yang gak baik dan gak aman.

Terlepas dari segala keburukan, mereka tetap warga sini. Pada percobaan kudeta 15 Juli mereka juga ikut turun ke jalanan memberikan perlawanan.

Advertisements

One thought on “Kaum Gipsy Turki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s