Sebelum Beli ‘Kucing Angora’

Orang bilang menikah itu ‘beli kucing dalam karung’ sebagai analogi betapa susah diliatnya sifat asli manusia. Saking tebel karungnya, baru bener-bener keliatan itu kucing macem apa setelah dia nyakar sendiri karungnya. Tapi tetep dong kudu diintip-intip 😀 Kan koplak kalau nikah cuma modal dipegangin fotocopy KTP.

Nah, kalau maunya beli ‘kucing angora’ pegimane? Apalagi belinya online. Gimana ngintipnya? Masa mau masuk ke layar laptop? Etdah, masuk ke layar TV aja gak pernah kesampaian, euy 😵

kucing angora ada yang garong juga tapi bukan yang ini 😺

Dulu ane termasuk beruntung dipinang oleh juragan Wak Doyok sebelum kenal pak bos udah punya beberapa temen orang Turki. Jadi kami teamwork gitu kepo-kepo tentang pak bos #loh 😁 Lah kalau yang single fighter? Diambil takut keblondrok, ditinggal takut gak kawin kawin 😔

“Terus aku kudu piye? (Terus aku harus gimana?)”

Intip dari sini 👇

Agama

Orang nikah buat beribadah kan ya. Dan pernikahan adalah ibadah terpanjang yang dijalankan terus-menerus tanpa jeda. Jadi hal pertama yang harus diliat adalah agamanya – mau laki lokal ataupun import – sesuai dengan kata Rasulullah 😃

Selain itu kenapa ini penting?

Pertama, Turki merupakan negara sekuler. Tekkel (warung penjual alkohol) persebarannya macem toko klontong aja. Orang minum alkohol di cafe pinggir jalan, atau begini, adalah hal lumrah di sini. Belum godaan lainnya terlebih di kota besar. Kalau ndak ada pegangan agama, bisa hanyut di rawa-rawa 😩 Gak mau kan punya suami penganut free life style atau bahkan gak percaya Tuhan?

Kedua, mayoritas muslim Turki bermahzab Hanafi sedangkan mayoritas muslim Indonesia bermahzab Syafi’i. Masih sunni sih tapi karena beda mahzab jadi tetep ada hal-hal yang berbeda. Contohnya, bagi mereka gak apa-apa pegang anjing atau bahkan pelihara asalkan gak di masukin ke dalam rumah. Nah bagi kita yang bermahzab Syafi’i, anjing kan najis bahkan sekedar untuk dipegang. Lainnya, mereka kalau sholat gak cuma sholat wajib aja. Sholat sunnah Qobliyyah (sebelum sholat wajib) dan Ba’diyyah (setelah sholat wajib) juga mereka lakukan.

Itu sedikit contoh perbedaannya. Yang mungkin perlu dipikirkan adalah: apakah setelah jadi istri akan pindah ke mahzab Hanafi?, kalau tetap Syafi’i siapkah jadi minoritas dan beradaptasi dengan mayoritas?, anak-anak nantinya akan ikut mahzab yang mana?

Secara pribadi, ane sih gak masalah. Masih sama-sama mahzab yang diakui dalam sunni ini 😊 Ayşe dan calon adeknya kelak, inshallah, akan ikut mahzab Hanafi. Dan ane pun masih bermahzab Syafi’i sampai sekarang 😉

Ketiga, supaya gak terjebak diantara aliran keagamaan maupun jemaat yang menyimpang dan/atau bermasalah dengan pemerintah.

Sejauh yang ane tau, ada Syiah versi Turki namanya Alevi dan ada jemaat yang berseberangan dengan pemerintah: pelaku percobaan kudeta 15 Juli 2016 (untuk namanya silahkan baca ini). Untuk yang terakhir ane sebut, sampai sekarang pemerintah masih belum selesai sweeping. Mereka yang nyata terlibat jelas bakal dikeluarin dari pekerjaan, dikirim ke penjara, and will not be forgotten. Mungkin anak keturunannya juga bakal dapet ‘cap’. Sedangkan jemaat yang biasa – maksudnya gak terlibat – hidupnya bisa jadi ndak tenang. Bisa dibayangin?

Hidup di luar negeri sebatang kara, jangan sampai tambah merana karena hal kayak gini.

Oke, sekarang gimana taunya kenalan sampeyan agamanya lurus dan gak cuma sholat di hari Jumat doang?

♥ Tanya langsung. Gak usah merasa gak enak tanya mengenai agamanya. Setelah menikah, apa yang syudah dibuka syulit untuk ditutup lagi, cynnn..

♥ Tanya hafalan suratnya. Kedengeran aneh? Dulu malah pak bos yang tanya duluan ke ane, “Hafalan suratmu apa aja?” #matigaya 😶 Berdasarkan info dari temen yang gak beribadah, boro-boro hafalan surat pendek, Al Fatiha aja gak hafal karena yaa.. ngapain orang gak sholat hafalan surat, ya kan?

♥ Kalau dia gak terbuka ditanyain masalah agamanya maka ajukan pertanyaan yang memancing (tersirat). Misalnya: “Eh, di sini lagi seru ngomongin tentang ateisme nih.. Pandanganmu gimana sama mereka yang gak percaya Tuhan?” atau “Menurutmu mungkin gak sih orang mengaku beragama tapi gak menjalankan ibadahnya?”, dll. Disesuaikan aja sama aspek mana dari agamanya yang pengen dikepoin. Jawabannya mencerminkan pemikirannya. Pemikirannya mencerminkan keimanannya.

 

Sifat

Nah, ini nih yang dikarungin 😂 Jadi menurut ahli karung:

♥ Tenggelamkan eh tinggalkan kalau belum nikah aja udah minta yang aneh-aneh. Paham kan ya maksudnya minta ‘aneh-aneh’ itu apa. Jangan diturutin ya, geng. Pria terhormat gak akan bersikap layaknya dukun cabul 😒

♥ Dari amarah biasanya akan terlihat sifat asli manusia maka ketika (dengan sedihnya) harus berantem, langsung amati gimana sikapnya. Kalau keluar kata-kata kasar, merendahkan, dsb, mending pikir berkali-kali untuk bersanding bersamanya (ciyee bersanding). Bisa-bisa setelah nikah terjadi KDRT psikis dan fisik 😢

♥ Hobi. Haha.. Kek ngisi biodata ala ala anak SD aja yak 😆 Tapi serius, dari sini bisa dilihat dia seperti apa. Kalau katanya laki tapi hobinya koleksi Barbie, situ ngalis juga gak, bang?

♥ Stalking media sosialnya. Jangan kalah sama perusahaan ya geng! Mereka aja bela-belain stalking media sosial calon pegawainya. Masa sampeyan yang mau cari teman hidup enggak? Jaman sekarang mah apa yang diposting atau cara bales-balesan comment bisa mencerminkan kepribadian si empunya akun. Semisal gak paham bahasanya, kan ada google translate. Sekarang juga sosmed macem Facebook atau Instagram udah dilengkapi fitur untuk translate otomatis. Kerjaan sampeyan jadi makin mudah 😙

♥ Bisa minta diceritain tentang keluarganya kalau masih awal-awal kenal. Karakter anggota keluarganya, cara orangtuanya mendidik anak-anaknya, nilai-nilai yang dianut keluarganya, dsb. Dari situ bisa dilihat kira-kira dia orangnya kayak apa. Jelas ya.. keluarga adalah tempat pertama seorang anak dibentuk karakternya. Tambahan: ketika hubungan udah semakin jauh tapi belum ada tanda-tanda bakal dikenalin ke keluarganya atau udah minta dikenalin tapi enggak dikenal-kenalin, mungkin hubungan kalian gak seserius yang sampeyan kira 😢 Jangan mau diangin-angin digantung. Bukan jemuran, kan?

♥ Pernah denger kalau kondisi geografis bisa mempengaruhi karakter penduduknya? Nah, tanyalah asalnya dari Turki bagian mana. Denger-denger sih Turkish yang asalnya dari wilayah timur – deket-deket Timur Tengah – wataknya lebih keras. Oya, gak semua warga Turki adalah Turk. Ada Kurdi, Armenia, Gypsy, dll. Tanya juga adatnya mereka gimana, terutama terhadap istri dan menantu.

♥ Tanyakan pandangan dia tentang pernikahan. Dia akan jadi suami dominan yang menindas istri atau suami lemah lembut penyayang istri, inshallah bisa dilihat dari jawabannya

 

Penghasilan

Mau nikah, kan? Mengarungi bahtera rumah tangga juga butuh biaya, kan? Apalagi sampeyan merupakan calon istri yang diboyong dari luar negeri dan kudu pulang untuk silaturahmi sama keluarga. Makanya gak usah sungkan untuk to the point tanya gajinya. Kira-kira gajinya dia bakal mencukupi gak. Materialistis beda sama realistis. Silahkan realistis tapi ndak boleh materialis ya 😉

 

Status hubungan sebelumnya

Tanya tentang hubungan sebelumnya gak usah pakai cemburu yak 😛 Alasan kenapa hubungan sebelumnya bisa kandas – baik pacaran, tunangan, atau pernikahan – bisa dijadikan pertimbangan bagi kelanjutan hubungan kalian.

 

Pandangan politik

Menurut ane ini penting. Kenapa? Di Turki sensitif sama yang beginian karena ini negara rentan dengan serangan teroris kayak ISIS maupun gerakan separatis macem PKK, atau kayak percobaan kudeta tahun lalu. Gak mau kan nantinya punya suami yang masuk blacklist, DPO, diuber-uber sama polisi? Dari pandangan politiknya silahkan cari tau apakah dia ‘aman’ atau enggak.

 

Jangan terjebak sama ketampanan dan rayuan maut laki-laki Turki. Kalau ternyata dia bukan pria baik-baik jangan dipaksakan. Gak ada itu istilah ‘yang penting nikah sama bule’. Kalau nantinya hidup malah jadi nelangsa, mau suami berwajah bule pun ujung-ujungnya jadi kayak setan 😒

Silahkan diamati dan dipertimbangkan. Tapi kacamata lope lopenya dilepas dulu yak biar gak keblinger.

Berdoa juga jangan lupa. Serahkan semua ke Allah Sang Pemilik Cinta 😍

Semoga yang masih single segera dipertemukan dengan jodoh terbaik dari sisi-Nya. Aamiin 😘

Advertisements

One thought on “Sebelum Beli ‘Kucing Angora’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s