Image
0

Istanbul Archeology Museums

Situs: Istanbul Archeology Museums/İstanbul Arkeoloji Müzeleri

Lokasi: Istanbul

Hari dan Jam Operasional: Pukul 09.00 – 19.00 di musim panas dan pukul 09.00 – 17.00 di musim dingin, hari Senin libur

Harga Tiket: 20TL

Müzekart/Museum Pass: Berlaku

Website: http://www.muze.gov.tr/tr/muzeler/istanbul-arkeoloji-muzeleri


Ada larangan untuk ambil foto di museum.

Foto diambil atas ijin dari security.


 

Sebenernya udah rencana untuk nulis tentang ini museum sejak taun lalu. Sayangnya karena terkendala oleh rasa malas jadi tertimbun oleh tulisan-tulisan lainnya 😅 Ditambah ane juga lagi fakir internet. Jadinya baru sempet sekarang.

Hmm.. Ini kali kedua kami berkunjung ke sini. Niatnya demi memanfaatkan Müzekart yang udah dipenghujung usia. Selain karena pak bos emang demen melancong ke museum dan ini adalah museum favoritnya. Beda sama taun kemarin, taun ini pengunjungnya rame. Bahkan banyakan turis internasionalnya daripada turis lokalnya 😗

Museum arkeologi ini gak cuma terdiri dari satu bangunan. Ada 4 gedung di dalemnya. Gedung pertama lokasinya dideket ticketing. Dilihat dari luar macem gubernuran 😌 Isinya barang-barang arkeologi dari berbagai belahan dunia. Yang paling menarik adalah altar persembahannya.

wp-image-119261553

suasana di dalam museum 

wp-image--2108547201

penampakan altar

Apa yang terlintas? Berhubung gak ada keterangan itu altar untuk persembahan apa, imajinasi ane langsung tertuju ke persembahan manusia. Lihatlah bentuk altarnya. Pas untuk kepala sampai leher. Ada lubang kecilnya pula yang terkaan ane fungsinya buat ngalirin darah. Serem juga mikir beratnya hidup di masa behula kalau lahir di suku macam itu 😓 Harus lari kemana beta kalau mau dikurbanin? 😱

Keluar dari gedung pertama, kami masuk ke gedung yang isinya peti mati jaman Kekaisaran Romawi – dari yang lampau sampai yang agak-agak lampau. Ini jadi venue favorit ane. Haha.. Bukan karena ane demen maen ke kuburan sambil nyemilin kembang. Tapi karena petinya cantik-cantik, cynnn.. Semuanya dari batu yang dipahat sedemikian rupa.

abaikan orang tak dikenal yang lagi selfie itu 😛

Peti batu yang ukuran besar isinya buat satu keluarga. Tebakan ane sih pasti keluarga kaya. Soalnya petinya mewah-mewah dan keliatan sulit kali buat dijangkau sama yang berkantong cekak.

petinya cantik 😍

ukiran di peti gladiator

Maap ketinggalan.. Di pintu masuknya ada jejeran peti mumi yang menyambut. Tapi ane cuma foto satu aja 😅

peti mumi dari Lebanon

Lanjut ke gedung tetangga sebelah, isinya barang peninggalan berbagai bangsa yang pernah hidup di Turki. Sedikit cerita yak, karena tanah Turki ini merupakan ‘tanah transit’ yang menyambungkan antara Eropa dengan Asia jadi banyak suku bangsa yang pernah jadi penduduk lokal Turki (tentunya jaman dulu namanya bukan Turki). Bangsa Turki sendiri adalah bangsa terakhir yang menempati Turki sampai sekarang ✌

Gedung yang ini asli luas kali. Sampai gempor liat-liatnya. Duduk bolak-balik (di Turki disediain kursi untuk istirahat pengunjung yang lelah). Belum lagi si Ayşe mulai rewel soalnya jam tidurnya diganggu sama acara jalan-jalan ke museum 😢

Oke, apa yang paling menarik di sini? Kalau versi pak bos adalah patung perempuan bernama Cornelia Antonia. Kenapa? Patung aja lebih cantek dari istrinya. Karena asalnya dari Yalvaç, kampung halaman doi. Elah.. Biasa, orang Turki mah bangga kali ama daerah asalnya 😏

mbak Cornelia Antonia dari keluarga bangsawan Dinasti Antonine 😀

Sedangkan versi ane adalah rantai yang dulu digunakan tentara Konstantinopel untuk menutup jalur ke Golden Horn. Biar kapal-kapal pada gak bisa lewat.

Pernah denger cerita pasukan Fatih Sultan Mehmet ngangkat kapal waktu jihad penaklukan Konstantinopel? Nah, ide heroik itu muncul karena si rantai ini ongkang-ongkang di tengah selat 😴

bapak dan anak lagi liat rantai

Secara keseluruhan museum ini luas banget. Kami butuh kira-kira 2 jam atau bahkan lebih untuk uprek di museum. Itu pun dengan skip salah satu gedung museum yang isinya kerajinan keramik (untuk menghemat waktu dan karena kami gak terlalu tertarik juga). Makanya kalau ada yang mau kemari jangan mepet jam tutup biar gak digusah (diusir, red) sama security-nya 😀

Hasil jepretan ane lainnya:

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s