Kembali ke 15

15 Juli, sumber: Yeni Şafak

Terhitung sejak tahun lalu, ada 2 hal yang terlintas di pikiran ane setiap tanggal 15 Juli. Pertama, hari lahir imam tercinta ane: pak bos ♥ Kedua, percobaan pemberontakan 2016 lalu.

(Ketinggalan beritanya? Baca di sini)


– Flashback –

Kami mulai curiga ada ‘sesuatu’ ketika dapat kabar bahwa jembatan Boğaziçi – sekarang namanya berubah jadi jembatan 15 Temmuz Şehitler – ditutup. Lalu disusul dengan sosial media yang ‘lumpuh’ dan stasiun TV yang katanya dibajak. 

Semakin larut, suasana semakin mencekam. Orang-orang turun ke jalanan beriring takbir. Bikin merinding walaupun posisi ane waktu itu di rumah dan sekedar dengar suaranya aja.

Suara tembakan dan seperti ledakan-ledakan kecil menyusul. Jelas. Mungkin karena rumah ane di pinggiran Bosphorus.

Dari balik jendela, ane liat F16 berkali-kali terbang rendah. Mimpi ane untuk liat pesawat tempur terwujud. Dengan cara yang mencekam. Suaranya gak ramah sama sekali. Kaca jendela dan pintu sampai bergetar dibuatnya.

Ane gak bisa berhenti ngawasin jendela. Setiap F16 lewat, rasanya pengen mencelat. Rasanya dalam teror. Kebayang orang-orang di Suriah, Palestina, maupun negara lain yang masyarakatnya dalam opresi.. gimana mereka setiap hari harus melalui hari-hari seperti itu dan bahkan lebih parah 😦 Ane yang satu malem aja terbirit-birit.

Ane liat pak bos tenang-tenang aja. Sesekali mantau keadaan dari berita. “Gak akan terjadi apa-apa”, katanya. Tidurnya pun nyenyak. Gak kayak istrinya yang berkali-kali terlonjak dari tidur tiap denger suara F16.

Istanbul dan Ankara.. 2 titik utama target serangan. Sepanjang malam sampai subuh kami lewati dalam keadaan ‘siaga perang’. Katanya, ini pertama kalinya dalam sejarah Turki pemberontakan yang melibatkan rakyat sipil yang berusaha untuk mempertahankan negaranya. Banyak warga yang syahid dalam peristiwa 15 Juli tahun lalu.

Alhamdulillah Allah masih melindungi negara ini.
– Sekarang –

Sekitar sebulan sebelum tanggal 15 Juli, stasiun TV pemerintah menampilkan satu per satu keluarga mereka yang syahid pada 15 Juli tahun lalu. Iklan-iklan yang menghimbau untuk gak melupakan malam kelam itu bermunculan. Sinetron kesayangan ane pun tergusur oleh film-film berbau patriotisme 💂

Doa-doa dari para ulama.. senjata utama para muslim 👼

Masyarakat juga turun berjaga di jalanan setiap malam sejak seminggu sebelum tanggal 15. Asli bikin merinding liat betapa loyalnya orang Turki kepada negaranya. Laki-laki.. perempuan.. sama beraninya 💪 Yang udah lansia pun gak mau ketinggalan.

Kembali ke tanggal 15 lagi, semua transportasi umum gratis sampai besok. Yeay banget lah muter-muter Istanbul gratis sepuasnya 😀

Jembatan 15 Temmuz Şehitler, sumber: Habertürk

masyarakat Turki di jembatan 15 Temmuz Şehitler, sumber: onedio

Sore hari ini juga masyarakat akan berkumpul di jembatan 15 Temmuz Şehitler untuk merayakan Milletin Zaferi, kemenangan rakyat 🎆

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s