Image
0

Tiket Mahram

Pertama kali ke Turki tahun 2014 ane pergi dari Ankara ke Konya naik hızlı tren alias kereta api cepat tanggap gak kayak dia yang gak peka. Waktu itu status ane masih mahasiswi single berjaya yang main-main ke Turki dengan bahasa Turki nol besar 😁

Sok-sokan ane menerjemahkan tiket tersebut dan duduk dengan muka ala ala dungu tak berdosah. Bapak-bapak di sebelah terus ngeliatin ane. Dengan percaya dirinya ane mikir kalau si bapak itu takjub ada horang asying yang syantek yang duduk di sebelahnya 😂 Padahal mah si bapak bingung mau ngasih tau ane kalau salah seat 😶

Mak, ane salah seat.. Mau dikemanakan malu ini 🗿

Begini.. Alat transportasi bertiket – kayak kereta api, pesawat, bus – seat yang berpasangan hanya dijual kepada yang ‘mahram’. Misalnya: ane pergi sendirian ke Konya, seat di samping ane pasti akan dijual juga ke perempuan. Itulah kenapa ane salah seat. Sebelah ane bapak-bapak, euy.. 😒 Dan malunya seperti malu ketauan pup sembarangan gak berakhlak 😞

“Kalau bukan mahram tapi saling kenal? Beli tiketnya bareng? Pacar gitu?”

Kayaknya bisa bisa aja duduk sebelahan 😅

Perempuan duduk bersebelahan sama perempuan dan laki-laki juga sebelahan sama laki-laki – menurut terawangan ane – lebih kearah keamanan dan setelahnya baru keagamaan mengingat Turki merupakan negara sekuler yang lebih buka-bukaan dibandingkan Indonesia. Aslinya sih ane berharap sebaliknya, terawangan ane yang salah gitu 😂

“Kalau transportasi umum biasa gimana?”

Di transportasi umum tak bertiket, orang sini juga lebih milih duduk sebelahan sama mahramnya seandainya gak ada tempat duduk yang beneran kosong. Baru kalau kepepet banget, mereka mau duduk sebelahan sama non mahram. Itu juga kadang yang laki ngalah milih berdiri aja daripada duduk sebelahan sama perempuan non mahram 😊

Terus.. terus… Kalau ada penumpang lain yang butuh tempat duduk – bumil, orang tua, orang yang bawa anak – mereka akan dengan sendirinya ngasih tempat duduknya. Pernah ane waktu hamil pergi naik tramvay sama pak bos, mbak-mbak ngasih tempat duduknya ke ane. Dan kakek-kakek yang duduk di sebelahnya juga ikutan ngasih tempat duduknya ke pak bos. Biar istri duduk sebelahan sama suaminya gitu. Sweet banget gak sih? Haha.. Maksudnya si kakek sweet banget. Padahal beliau sebenernya lebih butuh itu tempat duduk dibandingkan sama pak bos yang alhamdulillah masih setengah tua dan sehat walalfiat 😂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s