Image
0

Sarapan ala Turka

Pertama kali pak bos makan masakan padang adalah waktu kami masih penganten baru 😳 Kami makan di rumah makan yang pelayannya syudah siap siaga untuk menghantarkan piring-piring ke meja kami. Pak bos pun kaget karena liat jejeran menu sebanyak itu.

Begitu sampai di Turki, giliran ane yang kaget karena pak bos pernah kaget liat banyaknya menu di rumah makan padang 👆 Sarapan orang Turki aja macem mau makanin satu kampung, euy 😪 Kenapa kaget liat masakan padang coba?

PhotoGrid_1498060243379

masakan padang vs sarapan ala Turka 😂, sumber: Kooliner dan Gezi İstanbul

Mereka nyebut sarapan sebagai kahvaltı. Nyiapin kahvaltı itu antara gampang dan ribet menurut ane. Gampang karena gak harus masak. Ribet karena banyak yang kudu disajikan.

Di keluarga kuaci kecil kami, yang wajib ada untuk kahvaltı adalah: buah zaitun, yogurt, mentimun (soalnya pak bos doyan), tomat yang dipotong-potong terus ditaburin sedikit garem plus minyak zaitun, dan keju. Fyi, di sini keju – yang bahasa Turkinya adalah peynir – banyak jenisnya. Ada kaşar peynir, süzme peynir, lor peynir, burger peyniri, dsb. Ane gak bisa sebutin semuanya saking banyaknya. Ilmunya masih kurang buat jadi istri horang Turki 😂 Itu keju rasanya beda-beda. Tapi yang cucok di lidah ane cuma kaşar peynir sama burger peyniri karena rasanya yang mirip-mirip keju di Indonesia.

Nah, kalau di rumah mertua menu kahvaltı lebih lengkap. Ketambahan: madu, reçel (selai), pekmez, kaymak, aneka keju. Pekmez, sepengetahuan ane, dibuat dari anggur. Rasanya mirip banget sama gula jawa. Kata mertua, pekmez itu ‘kan yapar’.. bisa buat nambah darah dan ngangetin badan. Sedangkan kaymak adalah langit-langit hasil dari susu sapi yang dipanaskan. Kalau kata pak bos sih, kaymak yang enak itu dari susu kerbau soalnya susu kerbau banyak lemaknya. Cuma mahal banget karena kerbau susunya sedikit 😅

images (4)

pekmez, sumber: Sabah

images (5)

kaymak, sumber: The Guide Istanbul

Selain menu wajib, ada menu tambahan kayak: telur rebus, omelet, menemen, sucuk, poğaça. Ane yang pemalas ini paling sering masakin omelet buat kahvaltı. Pak bos sampai takut bakal dihantui oleh calon anak ayam yang mati jadi omelet 🐣

images (6)

menemen: cabai dipotong kecil-kecil + tomat + telur yang diceplok di atasnya + garam, semuanya digoreng (sumber: Mutfak Sırları)

images (8)

sucuk: daging sapi yang digiling dan diberi bumbu lalu dimasukkan ke dalam usus sapi dan dikeringkan (sumber: Besin Bülteni)

images (7)

poğaça: roti yang biasanya isi keju atau kentang (sumber: Lezzet)

Sarapan ala Turka emang bukan makan makanan besar kayak sarapan di Indonesia yang pakai nasi goreng atau semur jengkol sekalian 😝 Makanya kalau ane jelasin ke mereka tentang cara sarapan orang Indonesia mereka akan bilang, “Siz kahvaltı’da yemek mi yiyorsunuz?” (kalian sarapan pakai makanan besar?). Mukanya kayak gak percaya gitu. Aneh buat mereka. Mungkin mereka pikir perut orang Indonesia apa gak begah sarapan kok pakai ‘makanan’ 😁

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s