Ben Türküm*: Aku Protektif dan Aku Pecemburu

*I’m Turk
***

images (4)
had you? 😀

Yang satu ini kayaknya udah jadi sifat kenegaraan orang sini. Hayah, apalagi itu sifat kenegaraan? Maksudnya, kebanyakan orang sini begonoh 😂

“Kok bisa begitu?”

“Tanyakanlah pada jemuran yang bergoyang..” 🍃

Kalau tebakan ane sih karena moyangnya orang Turki adalah bangsa yang nomaden. Tinggalnya pindah-pindah jadi mau gak mau harus bisa menjaga anggota kelompoknya. Mungkin dulu papa moyang (?) sering bertanya ke mama moyang (?), “Kamu Facebook-an sama siapa, mah?”. Saking seringnya terus jadi kebiasaan yang mendarah daging. Terserap ke dalam DNA gitu ceritanya 😂 Taraaa, jadilah orang Turki kekinian protektif dan cemburuan sama pasangannya.

Ngawur banget 😂😂😂

Kau kata ngawur pun, begitulah adanya kalau berhubungan dengan orang sini. Sering kali nonton program cari jodoh, mereka geger karena nemu upil ‘sesuatu’ di akun sosial media (calon) pasangan mereka.

Sosial media – terutama Facebook karena orang Turki lebih doyan mangkal di sana – gak akan luput dari inspeksi. There’s no sungkanization (?) for requesting your password. Mereka gak akan sungkan 😆 Apalagi kalau hubungan sudah menunjukkan adanya tanda-tanda organ tunggal ke pelaminan.

Ane mah dulu dikasih aja daripada gagal kawin 💔 Eh, maap maap hanya menyuarakan suara hati dari mereka yang bimbang 😅 Ane ikhlas-ikhlas aja ngasihnya toh gak ada halangan privasi maupun prinsip buat ane (tipe manusia masa bodoh 😁).

Gak takut dibajak?

Justru pak bos langsung menitikkan air mata. Bukan karena haru tapi karena syok luar biasa kalau ternyata istrinya alay. Haha.. Maapin yak! 😄

Pokoknya mau dikasih atau enggak itu terserah sampeyan. Siapin alasan juga biar gak dikira lagi nutup-nutupin siswanto, eh sesuatu 😇

Mau ngapain kalau udah dapet password?

Scanning temen! No male friends are allowed. Mau bilang “Dih, gitu amat?”, Amat memang begitu 😣 Kultur di sini memang begitu dan ini syudah diverifikasi oleh bumer yang merupakan gadis Turki tulen pada jamannya 😃 Laki-laki yang masih boleh nongkrong di friend list adalah anggota keluarga. Sisanya ‘kabul etmez’ kata bumer, alias tidak bisa diterima.

Nah, kalau kerabat laki-laki dari pihak suami gimana? Tanya aja ke si doi apa dia ngijinin sampeyan punya kontak mereka.

Ane juga menghadapi fase ini. Hapus satu-satu temen laki-laki gak cuma di Facebook tapi juga di kontak telepon. Agak senewen juga soalnya pak bos yang minta tapi waktu ane nyuruh hapus aja sendiri – biar lebih meyakinkan – doski kagak mau. Pegel euy ngapusnya 😒 HP juga mau njeblug (meledak) karna syudah gila dipaksa kerja rodi 🔥 Tapi demi suami tercintah, ya iya iya lah.. 💞

Lanjut..

Setelah jadi istri orang Turki, jangan lupa minta ijin kalau mau keluar rumah, yak! Percayalah, kalau suami sampeyan gak ngijinin keluar, mertua pun gak akan berani mengeluarkan sampeyan 😴 Walaupun cuma mau ke warung depan apartemen.

Kudu siap-siap juga kalau gak boleh keluar rumah sendiri. Kemana-mana dikawal suami macem bodyguard. Romantis yeee 😳 Belanja pun ditemenin suami. Keliatannya bantu bawain belanjaan tapi aslinya lagi patroli 😂 Soalnya di Turki nih pedagang di pasar aja laki-laki. Ane belum pernah liat emak-emak bakul lombok 😶

Laki-laki sini lebih menghendaki istrinya jadi ibu rumah tangga. Bener juga, sih. Kan dalam Islam juga tempat perempuan itu di rumah 👼 Jadi gak usah heran kalau belanja kebutuhan pokok pun para bapak yang jabanin (mereka juga tau harga pasarannya 😂). Mereka gak akan rela kalau istrinya diperhatiin sama laki Turki lainnya meskipun itu cuma sebatas perhatian antara pedagang sama pelanggannya. Apalagi kalau istrinya yabancı (orang asing) dengan kulit coklat dan hidung yang tumbuhnya malu-malu kucing (baca: pesek).

Pernah suatu hari ane sama pak bos pergi ke Grand Bazaar. Lek-lek penjualnya bilang, “Selamat datang. Apa kabar?” pakai bahasa Indonesia. Langsung disahutin sama pak bos, “Aku suaminya. Pakai bahasa Turki aja.” Etdah, untung gak minta bahasa kalbu 🗿

Langsung jawab telepon dari si doi juga jangan lupa. Kalau sampai missed call, buruan telepon balik sebelum kena teror di seluruh jalur komunikasi 😱 Saking perhatiannya – atau protektifnya – laki Turki, mereka akan catat waktu penampakan terakhir pasangannya di sosial media/media chat lainnya.

Dulu ane pikir cuma ane yang ngalamin. Tapi ternyata ada temennya juga 😝 Ah, hubungan kalau gak ada rasa protektif dan cemburu jadi kayak ada sepet-sepetnyaaa gitu.

 

P.S.:

Yang ane tulis ini berlaku untuk laki-laki Turki. Kalau perempuannya gimana? Kata temen ane, “Kalau laki-lakinya aja cemburuan, perempuannya apalagi.” 😎

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s