Sidang

Jumat barokah!

Di hari yang basah ini kami bertiga pergi ke kejaksaan. Jadwal sidang kami jam 10AM dan sejak semalem pak bos udah wanti-wanti untuk berangkat jam 8.30AM. Nyatanya tetep aja kami berangkat jam 9AM 😂

Ini kejaksaan menaungi semua permasalahan hukum di Istanbul bagian asia, Anadolu. Kami ‘dirujuk’ kemari karena ngikutin tempat tinggal kami yang di wilayah asia. Kalau kami tinggal di Istanbul wilayah Eropa, sidangnya pasti di kejaksaan tempat pak bos mengais rejeki.

Katanya sih kejaksaan Anadolu ini adalah the world’s largest court. Emang sih waktu liat pertama kali bikin salah fokus antara mall atau kejaksaan karna emang luas gitu ala ala mall di Istanbul 🐈 *atau ane aja yang norak?*

Sepanjang perjalanan pak bos uring-uringan aja karena kami telat. Padahal ane sama Ayşe udah siap, doski sendiri yang muter-muter kek gangsingan 🗿

Ini pertama kalinya ane masuk ke ruang sidang (semoga juga yang terakhir). Makanya, walaupun ini sidang sekedar untuk memperbarui kimliknya si Ayşe (baca: Nama yang Dipersalahkan), ane nervous juga 😅 Untungnya, selama sidang gak pada ngomong pakai bahasa kalbu 😂 Ilmu kebatinan ane belum diturunkan soalnya 🙏

Selama sidang, si Ayşe nih nyerocos aja. Gak mau kalah dia sama hakimnya. Pak hakim ngomong, dia ikutan ngomong. Udah gitu pakai acara teriak-teriak dan gebrak meja. Tapi jangan dibayangin dia gebrak meja sambil teriak, “Demi Tuhaaannn!” Oh no.. Anak mamak will not do that 🙅

Pak hakim pun kayaknya mati-matian ngempet tawa. Sedangkan direktur kantor kependudukan yang jadi pihak ‘tertuduh’ udah terang-terangan ngakak. Mamaknya Ayşe pun malu sampai HP-nya mencelat di ruang sidang 😯

Dasar keluarga kuaci 🗿

Perasaan ane jadi tambah gak enak ketika pak hakim liat cover passport ane dan tanya, “Ini apa?”. Sama pak bos dijawab, “Itu passport istri saya.” Tapi ane curiga kalau yang dimaksud pak hakim adalah hiasan siluet kuda poni dengan warna pelangi yang nemplok di cover passport ane.

“Kamu kok kuda poni..”

“Kamu kok pelangi..”

“Kamu..”

Oh dude, stop it 😒

Kebanyakan drama 😒😒😒

tiiiiiiiiiiiittttttt

Akhir dari scene ini adalah keputusan pak hakim supaya kimlik si Ayşe diperbarui. Udah gitu aja ✌

Screenshot_20170609-160914
Ayşe sebelum masuk ruang sidang

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s