Mempelai Wanita yang Murahan

2015, beberapa bulan menjelang pernikahan ada yang mengucapkan kata-kata saru ini ke ane:

“Minta mahar yang banyak karena mahar itu harga diri wanita.”

Kenapa ane bilang saru?

Pertama, ybs mengucapkan hal di luar kapasitasnya. Bukan urusannya. Emak Bapak ane aja enggak uprek soal mahar, ini kok orang lain mau ambil peran 😫

Kedua, maksudnya ngomong seperti itu apa ya? Mencoba menakar harga diri perempuan dengan banyak tidaknya jumlah mahar yang dia terima? Jadi kalau perempuan yang minta mahar sedikit atau terima dinikahi dengan mahar yang sedikit berarti harga dirinya rendah? Duh.. 😕

Lalu apa kabar dengan putri Rasulullah saw, Fatimah, yang dinikahkan hanya dengan mahar dari penggadaian baju zirah Ali? 😯

Hayo looo..

Kekasih Allah aja memudahkan mahar Ali terhadap putrinya. Masa kita yang manusia biasa – yang bermandikan dosa –  justru mempersulit?

Neng, mahar memang hak mempelai wanita. Tapi seharusnya jangan sampai membuat kita lupa bahwa:

”Sebaik – baik perempuan adalah yang paling murah maharnya.” (HR. Ibnu Hibban, Hakim, Baihaqi, Ahmad)

Mari jangan mempersulit mereka yang hendak menghidupkan sunnah Nabi 😊

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s