Image
0

Tembong Si Ikan Kesurupan

โ€‹Terakhir pelihara ikan waktu jaman SMP atau SMA. Ikan-ikannya ditaruh di aquarium ukuran sedang yang pada akhirnya bocor karna ada beberapa spesies hiu tawar yang hobinya nabrakin diri ke kaca aquarium ๐Ÿ˜• Ujung-ujungnya itu aquarium jadi tempat beranak kucing betina ane dan ikan-ikannya entah kemana ๐Ÿ˜ž 

Baru mulai pelihara ikan lagi setelah ikannya pak bos yang ada di kantor mati secara tidak wajar. Ane curiga kalau penyebabnya adalah Saftirik โ€“ nama mendiang ikannya pak bos โ€“ depresi berat setelah ane nakut-nakutin doi pakai ID card pak bos dengan fotonya yang masih berkepala botak ๐Ÿ˜ฑ Saftirik yang malang itu pun dibuang ke tempat sampah oleh pak bos sementara aquarium kecilnya di bawa pulang ke rumah ๐Ÿ  โ€œKita pelihara ikan aja di rumahโ€, kata pak bos. Omong-omong, Saftirik itu artinya gak punya otak ๐Ÿ˜“

Sebenernya ane lebih suka pelihara hewan yang bisa dipeluk. Gorila contohnya. Tapi pak bos menolak karena rumah di Turki ini pakai karpet. Jadi kalau bulu si hewan rontok, susyeh bersihinnya (rambut ane rontok aja bersihinnya naudzubillah) ๐Ÿ˜ญ Bisa bikin alergi dan gak baik juga buat sistem pernafasan kalau banyak bulu nempel kesana kemari di rumah. Ditambah lagi, kalau pelihara ikan bisa mengurangi stres. Itu kata pak bos yang entah baca penelitian dari mana. 

Jadilah kita beli ikan โ€“ entah jenisnya apa โ€“ yang ane kasih nama Tembong soalnya dia punya titik item yang lumayan mencolok di deket ekornya. Si Tembong ini punya dua kumis panjang . Kata si penjual dan pak bos sih Tembong warnanya biru muda. Tapi di ane kok dia berbadan silver. Belum lagi, semakin diliat semakin mirip sama ikan asin yang biasanya ada di nasi berkat, jadi pelengkap makan gudangan ๐Ÿ˜ฎ

Tembong di hari awalnya terlihat manis bagaikan ikan hias lainnya. Berenang kesana kemari dan kadang mencoba bunuh diri dengan mencelat dari aquariumnya ketika kaget. Makin hari dia berubah jadi ikan yang selalu minta makan. Dan sekarang dia punya kecenderungan untuk menatap lekat orang-orang  yang lagi makan. Pandangannya ngikutin kemanapun si orang itu bergerak. Yang bikin tambah ngeri adalah karena mata si Tembong kagak pernah kedip jadi efeknya dramatis. Macem film-film pembunuh berantai. 

tatapan si Tembong mengikuti ane


Entah kenapa ane merasa kalau si Tembong kesurupan ๐Ÿ˜ฅ

Image
0

Siksa Dapurย 

โ€‹*eh, judulnya kok macam majalah yang terkenal dengan kisah azab Illahi-nya ya ๐Ÿ˜…*

Setelah jadi emak-emak konde gawl, idola ane berpindah dari Kang*n B*nd ke ibu-ibu solehah pintar memasak. Alasannya sederhana: ane gak suka masak. Emang iya sih ane doyan makan. Tapi maunya makan dari tangan orang lain (dimasakin, red) ๐Ÿ˜— Jatuhnya selalu lebih lahap makan kalau dimasakin. Maklum, ane punya penyakit psikologis: masak, nyium baunya, malah jadi kehilangan nafsu makan ๐Ÿ˜ฐ Elah.. Apakah ada yang begini juga? Kalau ada, ane cuma bisa berpesan: jangan ikut aliran yang gak jelas ya, gengs! 

Karna ane gak suka masak jadi ane termasuk dalam barisan perempuan dengan jargon: istri gak harus suka masak! Dulu waktu jaman masih gadis, ane itungannya jarang sekali masuk ke dapur. Kalau ke dapur bagaikan ngutang sama rentenir โ€“ pas beneran kepepet aja ๐Ÿ˜‚ Itu pun yang dimasak kalau enggak indomie ya ikan asin. Sebab masak bikin ane stres ๐Ÿ˜ž Lebih baik ane nyapu, nyuci piring, atau tidur daripada harus berhadapan dengan masakan. Saking gak suka masak, ane pilih nahan lapar dengan minum susu atau ngemil kerikil ๐Ÿ˜ช Ya yang terakhir ini kalau pas lagi gak punya duit โ€“ jadi gak bisa jajan makanan โ€“ atau hari sudah malam โ€“ jadi gak ada yang jualan. 

I donโ€™t like to cook but Iโ€™ve to! Setelah status berubah jadi emak-emak rumah tangga, ane mulai sering masuk ke dapur. Awalnya sih sekedar nonton pak bos masak makanan Turkinya (untungnya nikah sama WNA adalah skill masak ane yang kacau balau gak terlalu mencolok karna ketutup sama ketidaktahuan ane tentang masak memasak ala turka). Setelah agak dong baru perlahan mulai mengambil alih dapur, masak ini masak itu โ€“ campur aduk antara makanan Turki sama makanan Indonesia. Mbah ane pun sampai bilang, โ€œSekarang kamu berubah, ya. Udah mau pegang masakan.โ€ Yang ane jawab, โ€œEnggak, kok. Cuma pakai sampo, Mbah.โ€ ๐Ÿ™‹ Tapi tetep, ane gak suka masak. 

Tolong jangan dihujat. Anda sekalian tidak seharusnya memaksa seseorang yang mencintai Didi Kempot untuk beralih ke Slip Knot ๐Ÿ˜ข Setiap orang punya passion mereka sendiri. Mereka yang berusaha memenuhi kewajibannya bukan berarti mereka suka apalagi harus suka. Di sisi lain bukan berarti gak ikhlas juga. Sama halnya dengan orang yang bekerja. Belum tentu dia suka bekerja โ€“ maunya jadi superhero yang menyelamatkan perempuan cantik โ€“ tapi tetap harus kerja karna kewajiban dia untuk menghidupi dirinya dan orang-orang yang ditanggungnya. Orang-orang seperti ini berusaha melawan dan menghadapi ketidaksukaannya akan sesuatu demi mereka yang terkasih. Aduh jadi terharu ๐Ÿ˜ฅ Jadi kalau ada IRT yang gak suka masak, jangan diocehin seperti ini: โ€œAduh, kamu kan ibu rumah tangga. Masa gak suka masak sih? Masa gak bisa masak?โ€ Apalagi sampai dilabeli sebagai IRT yang tidak baik. 

Kalau rasa masakannya gak enak?

Masakan enak itu apa sih? Sebatas persetujuan sekelompok orang tentang selera. Kalau banyak yang satu selera, ya masakannya jadi enak. Kalau sedikit yang satu selera, bukan berarti masakannya jadi gak enak. Peminatnya aja yang kurang ๐Ÿ˜› Contohnya orang Indonesia di Turki pasti lebih demen makanan Indonesia. Nah, para penduduk Turki jelas akan bilang kalau masakan Turki lah yang paling sedap. Itulah sebabnya di Turki banyak restoran dengan menu ala turka sedangkan di Indonesia banyak restoran dengan menu ala nusantara. Intinya, semakin banyak yang satu selera maka semakin dianggap enaklah itu masakan โ€“ makin populer. Tapi apakah dengan dominannya peminat masakan Turki di Turki akan membuat warga Indonesia di sini menganggap masakan Turki jauh lebih enak daripada masakan Indonesia? Nope ๐Ÿ˜‚

Dalam ranah rumah tangga, lidah penghuni rumah wajib menyesuaikan dengan selera sang ibu #maksa ๐Ÿ˜› Ga selayaknya kan bilang ke emak, โ€œMak, masakannya kagak enak.โ€ Bisa dikutuk jadi pohon tauge kau nanti. Hargailah. Kalau pun gak satu selera maka katakanlah dengan cinta ๐Ÿ˜„

Pernah ane beberapa kali makan bareng keluarga lain dan si anak dengan entengnya bilang ke mamaknya, โ€œIni apaan?โ€, dengan nada mencela. Ane gak bisa bayangin gimana perasaannya si ibu itu. Syedih ๐Ÿ˜ž

Kalau ane ditanya, โ€œApa sih untungnya jadi IRT yang gak suka masak?โ€. Ah, kalian pasti gak tau kalau ini bisa mengurangi konflik dengan bumer. Kenapa? Sebab sebagai istri gak perlu saingan sama bumer nyediain makanan buat suami. Ada loh yang begini ๐Ÿ˜€ Berhubung ane gak demen masak jadinya ane pasrahkan saja ke mertuaaa. Lagian ane juga penganut paham bahwa anak-anak pasti lebih demen masakan ibunya.

Suka masak belum tentu masakannya enak. Gak suka masak, bukan berarti mutlak hasil masakannya tidak layak makan โœŒ