Image
1

Yerebatan Sarnıcı 

Situs: Yerebatan Sarnıcı /Basilica Cistern 

Lokasi: Istanbul

Hari & Jam Operasional: Setiap hari pukul 09.00 – 18.30

Harga Tiket: 20TL

Müzekart/Museum Pass: Tidak berlaku

Website: yerebatan.com 

***

Sejak datang kemari, ane belum kesampaian silaturahmi ke tempat bersejarah. Kebanyakan ngetem di pasar. Meratapi konde yang tak kunjung ketemu 😢 Plus, menunggu pak bos menepati janjinya mendapatkan Müzekart untuk istri tercintah 😗

“Apakah Müzekart itu, mak?” 

“Tunggu postingan selanjutnya, Grandong. Mak mau bertapa dulu.”

Baru-baru ini akhirnya pak bos menepati janjinya. Kami pun cus naik tramvay dan turun di pemberhentian daerah Sultan Ahmet 🚊 Sebagai muslim yang penasaran dengan barang peninggalan Rasulullah dan masa kejayaan islam dulu, destinasi pertama yang dipilih adalah Topkapı Sarayı (Topkapı Palace). Rencananya, Müzekart akan dibeli on the spot di sana 😌

Ane pun ngekor pak bos. Awalnya masih mantep ke Topkapı sebagai tujuan pertama. Tapi tiba-tiba pak bos terhipnotis dan berubah pikiran ketika lihat papan penunjuk bertuliskan Yerebatan Sarnıcı. Jadilah kami berjamaah mampir ke sana dulu.

Masuknya bayar 20TL untuk turis. 10TL untuk WNT dan orang asing pemegang ikamet (kartu izin tinggal). Müzekart gak bisa dipakai di sini. Berhubung belum punya Müzekart, hati pun ikhlas bayar 10TL 😄 Begitu punya, “Kenapa gak bisa pakai Müzekart coba?!”

Yerebatan Sarnıcı ini punya nama internasional Basilica Cistern. Dan nama aliasnya adalah ‘The Sunken Palace’ karna tempatnya memang di bawah tanah, deket sama Hagia Sophia. Dibangun oleh Kaisar Romawi Justinianus I pada tahun 532M, fungsinya adalah sebagai tempat penyimpanan air.

“Lah.. Gorong-gorong dong, mak?”

“Beda, Grandong 😒 Kalau gorong-gorong itu lubang yang dipakai buat pembuangan air, biasanya ada di bawah jalan.”

Seperti umumnya tempat wisata di Istanbul, kami kudu ngelewatin xray dulu sebelum nengokin si Yerebatan Sarnıcı. Tapi karna ane lagi berbadan dua, cuma pak bos yang lewat xray sementara ane kudu rela ‘disentuh-sentuh’ sama security 😂 Security-nya perempuan, kok. Dan satu-satunya bom yang ane bawa adalah kentut, itu pun pasif 😗

Ane lolos pemeriksaan dan menapaki tangga marmer turun ke bawah. Ada yang agak gimana gitu waktu di tangga. Di sana dipasang papan larangan yang salah satunya adalah foto. Mulanya ane kira gak boleh foto-foto selama di situs. Ternyata maksudnya gak boleh foto di tangga. Semoga tujuannya bukan untuk menyindir korps alay internasional. Ane bisa-bisa sakit hati 😭

Berdasar keterangan yang ane baca, jumlah anak tangganya ada 55 (entah ada apa dengan jumlah itu karna gak ada penjelasan lebih lanjut dan ane cari juga gak ketemu) 😮 Masa Kekaisaran Romawi, Yerebatan ini difungsikan untuk memenuhi kebutuhan air istana dan penduduk di sekitarnya. Masuk masa Kesultanan Ottoman, dipakai untuk pengairan Istana Topkapı.

Sebelum keliling, kalau mau ente bisa foto-foto pakai kostum ala ala Ottoman. Ada stand-nya yang bisa langsung keliatan begitu masuk situs. Bayarnya 20TL seinget ane tapi gak tau dapet berapa kali jepret. Kami gak mampir soalnya udah punya foto model begituan walaupun view-nya bagus sebenernya 😕

Tempatnya remang-remang, ya. Jadi hati-hati kalau kemari biar gak kepleset atau tergoda untuk melakukan hal yang enggak-enggak, kentut contohnya 😂 Serius, karna ini di bawah tanah sehingga sirkulasi udaranya kurang oke, kalau ente kentut baunya.. Ah, sudahlah. 

Nah, kalau ente takut kepleset, lantai batu si Yerebatan ini katanya sudah dipertebal dengan campuran plester Khorasan. Itu apa, ane juga kurang tau. Hasil browsing ane menyebutkan kalau Khorasan merupakan istilah modern untuk menyebut wilayah timur Persia kuno. Mungkin bahannya diimpor dari Khorasan maksudnya (?). Kalau ada yang tau, boleh dong dibagi informasinya. Ane penasaran 😀

sisi pertama yang ane lihat

Total ada 336 pilar marmer yang menyangga Yerebatan Sarnıcı. Tingginya masing-masing 9m. Mereka berbagi beban atap dengan cara seperti ini:

yerebatan.com

Si Yerebatan ini bisa nampung sampai 100.000 ton air. Ane gak tau dan gak ada bayangan 100.000 ton air itu penampakannya kayak apa. Karna ane gak ngukur sendiri dan sekedar sadur dari brosurnya 😅 

Masih menurut si brosur, bagian Yerebatan yang paling menarik pengunjung adalah patung kepala Medusa. Ada dua patung kepala Medusa yang dipakai sebagai alas pilar. Dua-duanya dipasang secara terbalik. Kenapa terbalik? Berangkat dari mitologi kalau siapapun yang ngelihat si Medusa akan berubah jadi batu makanya dipasang terbalik untuk menangkal sihir doi. 

buat tolak bala

Ane sendiri justru tertarik sama ikan-ikan yang mondok di sana. Ikannya gede-gede, entah jenis ikan apa. Mereka ngumpul di tempat yang ada cahayanya (beberapa bagian di Yerebatan gak dikasih penerangan). Kayaknya sih emang sengaja cuma ditempatin di bawah pencahayaan, bukan karna yang di tempat gelap gak keliatan. 

bukan ikan cetul

Pak bos yang hobi mancing pun mengamati dengan terpukau ikan-ikan itu. Apakah boleh dipancing? Gak tau. Kami gak coba tanya ke petugasnya 😰 

Oya, di dasar air ada koin-koin yang berkilauan. Tebakan ane sih itu duit receh. Gak tau kenapa pada ngelempar ke sana. Mungkin semacam make a wish (?). Bisa jadi. Tapi ane dan pak bos gak ngelempar. Kasihan si ikan kalau kepalanya ketiban koin. Lagian lumayan juga duitnya buat nambah-nambahin beli mini kuper 🚗 #bolehbermimpi

Di penghujung, ada cafe seandainya ente laper atau haus. Lokasinya di bawah tangga keluar. Monggo ke sana, makan sambil duduk-duduk menikmati syahdunya suasana di Yerebatan Sarnıcı 🌹

Advertisements

One thought on “Yerebatan Sarnıcı 

  1. Pingback: Kartu Turis Kemana Saja | REMPAH JAWA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s