0

Pamali Oh Pamali..

Si pamali ini ternyata bukan hanya milik Indonesia saja permisahhh.. Turki juga 😌

Barusan ane duduk di depan pintu kamar, nemenin Ayşe main, terus bumer bilang, “Jangan duduk di depan pintu.” Insting ane langsung berkata: duh, pamali mau keluar nih. Ane tanya alasannya kenapa gak boleh, bumer jawab katanya nanti keluar sesuatu dari balik cahaya. Begitu kalau gak salah tafsir. Nah, kan pamali.. Entah apa yang bakal keluar dari balik cahaya dan hubungannya dengan duduk di depan pintu, ane liat bayangan sendiri di cermin aja suka kaget 😪

Gara-gara ini ane jadi inget kalau pas masih muda dulu, sering diingetin untuk gak duduk di depan pintu. Nanti syusyah jodoh katanye. Duh.. ngeri amat dah 😫

Tapi sejak syaraf-syaraf di otak ane nyambung, ane gak percaya sama yang begituan. Pamali maksudnya. Kenapa gak percaya?

Ane cari tau, pamali berasal dari bahasa Arab ‘fa ma li’ artinya perkara yang bermasalah/tidak berguna bagi dirimu. Hayooo yang anti arab-araban mana suaranyaaa?? 😁

Entah kenapa si pamali ini di masyarakat jadi berbeda makna serta penerapannya – dibuat untuk menakut-nakuti – which is bikin ane gedeg. Gimana gak gedeg? Ane benci ditakut-takuti 😒 Rasanya kayak banyak sepet-sepetnyaaa gituu.. Terlebih sama hal yang gak penting dan/atau gak masuk akal dan/atau gak ada korelasinya 💤

Coba deh dipikir.. Apa hubungannya duduk di depan pintu sama sulit jodoh, nyapu gak bersih sama suaminya kelak berewokan, duduk di atas bantal sama pantat bisulan?

Sebenarnya.. Jangan duduk di depan pintu karena menghalangi orang yang mau lewat, selain gak estetik. Kalau nyapu yang bersih karena kebersihan sebagian dari iman, di samping mengerjakan sesuatu sampai tuntas. Jangan duduk di atas bantal karena bantal digunakan untuk menyangga kepala, bukan pantat 👌

Kadang ane mikir, apa ribetnya jelasin hal di atas sampai pada lebih milih mengatakan pamali?

untung dulu nyapu gak pernah bersih 😛

Di Turki, pamali yang ane temui adalah harus melaksanakan hal-hal yang diucapkan dengan sumpah. Misalnya, aku bersumpah kamu harus makan itu ikan (ini serius kejadian, ngucap sumpah bahkan untuk hal-hal sepele). Kalau gak dilaksanakan katanya bakal ketiban sial. Nah..

Ada cerita, dulu eyang kakungnya bumer pernah (keceplosan) bersumpah akan menikahkan ibunya bumer sama lelaki pertama yang datang melamar. Terus datanglah bapaknya bumer. Suka gak suka ya harus diterima lamarannya dan ibunya bumer harus nikah sama beliau soalnya udah kebacut sumpah 🗿 Alhamdulillah, bapaknya bumer adalah lelaki yang beriman.

Coba bayangkan kalau hal kayak gitu kejadian sama ane. Kemudian yang dateng ngelamar pertama kali adalah Mang Jambrong preman kampung sebelah. Gigi dan ibadahnya sama sama gak tertata. Duh, hanyutkan adek di rawa rawa aja banggg 😭

Menurut pendalaman ane, pamali ‘isi sumpah harus dilaksanakan’ adalah supaya orang gak asbun. Biar terjaga dari tanggungjawab yang kemungkinan gak bisa dipenuhinya kemudian. Biar bisa memegang kata-katanya. Dan yang paling penting, sebagai muslim dilarang untuk bersumpah sembarangan apalagi sampai menyebut nama selain Allah. Nih kalau gak percaya baca di sini.

Ah ya.. Di Indonesia juga sering dibilang kan kalau hamil, baik istri maupun suami dilarang menyakiti atau membunuh binatang. Nanti anaknya jadi cacat katanya. Terus apa yang harus dilakukan seorang istri yang suaminya hobi berburu seperti ane? Apa ane terus-menerus kebat-kebit ketika hamil Ayşe?

Sebagai muslim patokannya Al Quran dan hadis. Teknologi juga udah canggih sekarang, bisa langsung konek ke internet untuk cari tau. Ini yang dulu ane baca. 

Pak bos tetap berburu dan ane bahkan pernah ikutan mancing ikan juga. Alhamdulillah Ayşe lahir normal 😊

Apakah bisa ane bilang kalau pamali berpotensi memelengkan muslim dari ajaran agamanya? Hati-hati bisa jadi syirik 😉

Image
0

Event Lain di 15

#latepostjuly15

Alhamdulillah ini taun ketiga pak bos merayakan milad bersama ane. Ciyeee.. Mwuah mwuah mwuah #sambildadahdadah 😘

Tahun pertama, kami masih unyu-unyu. Yang satu masih di Turki, satunya lagi masih di Indonesia. Yang satu kerjaannya ngirim orang ke penjara, satunya minta dipenjara 😅 Yang satu calon pengantin pria, satunya lagi calon pengantin wanita. Intinya, ane perempuan tulen kami masih SLI ✌

Ane bikinin mini video plus foto-foto alay sama kertas bertuliskan selamat ulang tahun. Tengah malam waktu Turki ane kirim ke pak bos dan doi langsung telepon berderai air mata. Terharu ceritanya. Pada akhirnya ada perempuan yang ngucapin selamat milad 😂

Di tahun kedua dan ketiga mah udah ijab-sah. Gak ada perayaan khusus semacam beli kue tart atau makan di luar, apalagi jelong-jelong ke luar negeri 🙌 Paling cuma ngasih kado paket hemat 😛 Itu juga pak bos pasti tau kadonya harga berapaan (apa-apaan ini?!). Maklum keuangan di bawah kontrol, euy 😅 Mau fhoya-fyoha apa daya.. “Nanti dihisab lo”, katanya.

0

Kembali ke 15

15 Juli, sumber: Yeni Şafak

Terhitung sejak tahun lalu, ada 2 hal yang terlintas di pikiran ane setiap tanggal 15 Juli. Pertama, hari lahir imam tercinta ane: pak bos ♥ Kedua, percobaan pemberontakan 2016 lalu.

(Ketinggalan beritanya? Baca di sini)


– Flashback –

Kami mulai curiga ada ‘sesuatu’ ketika dapat kabar bahwa jembatan Boğaziçi – sekarang namanya berubah jadi jembatan 15 Temmuz Şehitler – ditutup. Lalu disusul dengan sosial media yang ‘lumpuh’ dan stasiun TV yang katanya dibajak. 

Semakin larut, suasana semakin mencekam. Orang-orang turun ke jalanan beriring takbir. Bikin merinding walaupun posisi ane waktu itu di rumah dan sekedar dengar suaranya aja.

Suara tembakan dan seperti ledakan-ledakan kecil menyusul. Jelas. Mungkin karena rumah ane di pinggiran Bosphorus.

Dari balik jendela, ane liat F16 berkali-kali terbang rendah. Mimpi ane untuk liat pesawat tempur terwujud. Dengan cara yang mencekam. Suaranya gak ramah sama sekali. Kaca jendela dan pintu sampai bergetar dibuatnya.

Ane gak bisa berhenti ngawasin jendela. Setiap F16 lewat, rasanya pengen mencelat. Rasanya dalam teror. Kebayang orang-orang di Suriah, Palestina, maupun negara lain yang masyarakatnya dalam opresi.. gimana mereka setiap hari harus melalui hari-hari seperti itu dan bahkan lebih parah 😦 Ane yang satu malem aja terbirit-birit.

Ane liat pak bos tenang-tenang aja. Sesekali mantau keadaan dari berita. “Gak akan terjadi apa-apa”, katanya. Tidurnya pun nyenyak. Gak kayak istrinya yang berkali-kali terlonjak dari tidur tiap denger suara F16.

Istanbul dan Ankara.. 2 titik utama target serangan. Sepanjang malam sampai subuh kami lewati dalam keadaan ‘siaga perang’. Katanya, ini pertama kalinya dalam sejarah Turki pemberontakan yang melibatkan rakyat sipil yang berusaha untuk mempertahankan negaranya. Banyak warga yang syahid dalam peristiwa 15 Juli tahun lalu.

Alhamdulillah Allah masih melindungi negara ini.

 
– Sekarang –

Sekitar sebulan sebelum tanggal 15 Juli, stasiun TV pemerintah menampilkan satu per satu keluarga mereka yang syahid pada 15 Juli tahun lalu. Iklan-iklan yang menghimbau untuk gak melupakan malam kelam itu bermunculan. Sinetron kesayangan ane pun tergusur oleh film-film berbau patriotisme 💂

Doa-doa dari para ulama.. senjata utama para muslim 👼

Masyarakat juga turun berjaga di jalanan setiap malam sejak seminggu sebelum tanggal 15. Asli bikin merinding liat betapa loyalnya orang Turki kepada negaranya. Laki-laki.. perempuan.. sama beraninya 💪 Yang udah lansia pun gak mau ketinggalan.

Kembali ke tanggal 15 lagi, semua transportasi umum gratis sampai besok. Yeay banget lah muter-muter Istanbul gratis sepuasnya 😀

Jembatan 15 Temmuz Şehitler, sumber: Habertürk

masyarakat Turki di jembatan 15 Temmuz Şehitler, sumber: onedio

Sore hari ini juga masyarakat akan berkumpul di jembatan 15 Temmuz Şehitler untuk merayakan Milletin Zaferi, kemenangan rakyat 🎆

0

Sebelum Jadi Gelin*

*pengantin perempuan 

***

ane waktu nikahan ala Turki 😀

Tulisan ini buat mereka yang memimpikan maupun dalam persiapan untuk menikah dengan pria Turki. Supaya bisa jadi pertimbangan. Biar ndak kaget 😳 Because in a marriage there’s no way back 😉
Langsung aja yak..

Siap jadi ibu rumah tangga 

Sebagian besar orang Turki masih konservatif. Mereka lebih menghendaki (calon) istrinya untuk berprofesi sebagai ibu rumah tangga atau ev kadını. Kabar baiknya, berita kalau pembantu di luar negeri gajinya mahal bukan hoax 😉

Di daerah kecil semacam Yalvaç aja, bumer gaji pembatu 50TL per setengah hari. Lebih mahal dari harga daging sapi 1kg di sini yang sekitar 40TL 🙂 Terus apa kabar kota besar kayak Istanbul? 

Kalau kaya melilit sih gak masalah ya. Nah kalau enggak ya mau gak mau urusan rumah dari bersih-bersih, masak, ngurus anak ya dijabanin sendiri sama si istri. Apalagi kalau suami tipe yang gak mau bantu urusan rumah tangga. Udah gitu masih dikomentarin kalau rumah gak rapi dsb 😅

Memutus kontak dengan teman laki-laki 

Ini juga masih ada sangkut pautnya sama kultur konservatif mereka. Perempuan yang syudah menikah ya bergembalalah dengan sesama perempuan. Mereka gak bisa santai liat ada kontak laki-laki lain di HP maupun sosial media istrinya. Apalagi liat istrinya arisan sama temen laki-laki. Tenggelamkannn!!

Selalu minta ijin ke suami sebelum keluar rumah

Kemanapun! 

Sebenarnya ini umum. Mau suaminya lokal, SLJJ, ataupun SLI 👍 Cumaaa karena laki Turki ini protektif dan cemburuan, mereka agaknya kurang bisa santai sama yang satu ini.

No make up dan pakai pakaian tertutup

Tergantung lakinya. Gak semua laki Turki menuntut istrinya begini. 

Yang berjilbab bisa jadi akan diminta untuk pakai pardesu. Apa itu pardesu? Semacam coat panjang yang umumnya sampai mata kaki. Ada juga sih yang panjangnya sampai 3/4 di atas mata kaki. Yaa namanya coat pasti kudu pakai baju rangkepan. Kalau pas musim panas gini ane lebih milih pakai tunik daripada pardesu biar lebih adem ✌

pardesu

Tinggal di kontrakan

Hampir semua warga Turki tinggal di apartemen. Bukan karena mereka kaya raya tapi karena PBB di sini mahal syekali pemirsahhh 😱 Kecuali warga desa sama orang super kaya, mereka gak punya rumah di atas tanah sendiri kayak di Indonesia. 

Tinggal di apartemen pun, sebagian besarnya adalah apartemen kontrakan. Harga properti di sini gak main-main. Terlebih di kota megapolitan macem Istanbul. 

Habis nikah diajak tinggal di kontrakan itu hal yang sangat sangat biasa sekali di Turki. Yang udah nikah puluhan tahun masih tinggal di kontrakan juga ada kok 🙂

Dikirimin foto desain interior rumah yang keliatan waow juga ndak usah terbuai. Orang Turki hobinya emang menghias rumah 😃 Bukan berarti mereka beneran hidup dalam istana. 

Naik transportasi umum

Apakah ada yang ndak biasa naik transportasi umum? Hehe.. Di sini harus biasa ya 😉

Tenang aja.. Transportasi umum di sini relatif lebih nyaman, aman, dan on time dibandingkan dengan transportasi umum di Indonesia kok. 

Home made food

Ini mah realistis aja. Kenyataan orang yang udah berumah tangga ya harus membiasakan diri dengan home made food soalnya banyak kebutuhan lain yang harus didanai. Selain itu, kultur orang Turki yang memang lebih demen masakan rumahan. Kayak keluarga mertua ane yang mungkin setahun cuma 5 kali makan di luar 😗

Eh, emak-emak di sini juga bisa bikin yogurt, selai, dan keju home made loh 😃

Gak pegang duit belanja

Di Indonesia, gaji suami dipegang istri. Di sini, gaji suami yang pegang ya suami. Bahkan duit belanjaan juga. Istri mah kebagian duit jajan aja 😛 Dari belanja bulanan sampai bayar tagihan rumah tangga yang ngurus adalah suami. 

Gak semua begitu sih. Tapi kebanyakan iya. 

Kalau ane mah lebih suka yang model ala Turka ini. Soalnya gak perlu pusing ngatur keuangan keluarga atau menghadapi tagihan yang bercecer kesana-kemari atau emosi liat harga kebutuhan pokok naik tapi duit belanja segitu aja 😁 Semua diurus sama suami. Istri duduk di rumah aja sambil makan chiki 😂

Turki bukan Eropa

Hayooo apa ada yang berpikir kalau menikah dengan WNT berarti menikah dengan penduduk Eropa dan otomatis akan tinggal di Eropa? Hihi..

Turki bukan Eropa (dan juga bukan negara Arab). Mereka juga bukan anggota EU dan tetep butuh visa untuk masuk ke Eropa 😉

Mata uang Turki bukan dollar 

Mata uang Turki adalah Lira (TL). Waktu ane nulis ini 1TL = Rp 3.700. Mari bandingkan dengan duit negara yang deket sama Indonesia. Singapura misalnya, yang 1SGD = Rp 9.700. Atau duit Brunei Darussalam, 1 BND sekitar Rp 9.700. Wah.. ternyata nilai tukar duit negara sebelah lebih tinggi ya walaupun mukanya enggak bule 😄

Homesick 

Namanya juga merantau dan bukan nuris. Apalagi merantaunya sampai maut memisahkan 😀 Bisa pulang setaun sekali udah alhamdulillah. 

Sambil nunggu tanggal pulang ke tanah air, homesick pasti melanda. Belum lagi kalau ada kabar duka dari keluarga 😞 Mau nangis sampai guling-guling pun kalau dana belum tersedia ya mau gimana. Untuk orang Turki, harga tiket pesawat PP Turki – Indonesia juga gak murah 😔

Ini jadi tantangan terberat ketika menikah dengan WNA. Jadi kalau merasa gak sanggup dengan hal ini, jangan dipaksakan untuk menikah sama WNA 😊 Kecuali ybs mau diajak tinggal di Indonesia. 

0

Kehribar Si Peri Gigi

Gigi Ayşe mulai tumbuh di akhir usia 6 bulan. Yang sebelumnya Ayşe adalah bayi berbudi pekerti baik, sekarang jadi bertemperamen buruk 😪 Kalau ngamuk sampai guling-guling. Dan ketika gak suka sama sesuatu, misalnya makanannya, langsung dilempar. Aduh ini kok malah jadi kayak sinetron yang hobinya melotot-melotot dan pemerannya ngomong dalam hati tapi semuanya bisa denger itu yak 😅

Sebagai emak, ane terkejut (waow), karena mang gigi bisa merubah Ayşe sedemikian rupa. Haha.. Etdah emaknya Ayşe.. dikira jatuh cintrong 😂

Dikasih tau sepupunya pak bos, bayi tumbuh gigi dipakein kehribar aja. Kehribar adalah.. batu amber. Katanya untuk tumbuh gigi batu amber dipakai sebagai kalung sedangkan untuk meringankan kembung pada bayi dipakai sebagai gelang kaki. Untuk meringankan jodoh? Ditempelin dijidat aja 😂😂😂

kalung batu amber Ayşe 😃

Kalungnya pendek dan batunya kecil-kecil. Harganya lumayan juga. Jualnya pakai dollar, euy 😴 Diiung per gramnya. 

Ayşe baru 3 hari pakai sih. Hari kedua ada gigi baru yang nyusul tumbuh. Alhamdulillah.. Entah itu termasuk khasiatnya apa bukan 😅

Ada artikelnya nih kenapa batu amber dipakaikan ke bayi yang tumbuh gigi, Pakaikan Bayi Kalung dari Batu Amber Kini Jadi Tren di Kalangan Ibu-ibu.